Non-Fiksi

LALU, KINI, NANTI, TRANSFORMASI PENDIDIKAN DKI JAKARTA

PenulisNahdiana
Ukuran17 x 24 cm
Halamanxii + 248 hal.
CoverArt Karton 260gr, Full Color, Lamn. Doft, Spot UV
IsiHVS 70gr, 2 Warna
TerbitMaret 2023
ISBN978-623-09-2708-9
LALU, KINI, NANTI, TRANSFORMASI PENDIDIKAN DKI JAKARTA
Dinas Pendidikan DKI Jakarta hadir sebagai sahabat warga Jakarta dalam kaitan pendidikan yang menjadi urat nadi dalam mencerdaskan masyarakat. Perihal mencerdaskan masyarakat yang berpotensi membesarkan bangsa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan sungguh-sungguh berupaya menyasar semua lapisan, baik dalam konteks lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan berjuang sekuat tenaga memberikan bantuan secara finansial, edukasional, dan manajerial. Jakarta, kota mercusuar Indonesia harus terang benderang karena masyarakatnya yang suka belajar. Terlebih dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, Jakarta diharapkan menjadi lokomotif pembuktian bahwa pendidikan menjadi substansi pokok dan terutama dalam mewujudkan manusia Indonesia yang Pancasilais yaitu rakyat yang bangga atas bangsanya dan berjuang untuk mengukir nama baik Indonesia di percaturan dunia. Dinas Pendidikan DKI Jakarta siap mengemban tugas mulia ini. Mari majukan pendidikan Indonesia!
Nahdiana, biasa dipanggil dengan Ibu Nana adalah Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta sejak 8 Januari 2020. Bukan pekerjaan mudah menjadi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Menjabat dalam keadaan normal saja sudah berat, ditambah pandemi Covid-19 membuat kompleksitas dan atribut pandemi menjadi bagian integral dalam menjalani dan mengambil kebijakan. Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, banyak sekali hal yang dilalui Ibu Nana, mulai dari metode pembelajaran online, penerimaan siswa baru, pembelajaran tatap muka terbatas hingga terus mengawal berbagai kegiatan rutin dan unggulan terkait pendidikan. Tidak berlebihan kalau Ibu Nana menjadi Ujung Tombak Pendidikan DKI Jakarta masa kini.
Terlahir sebagai orang Cikoko, Jakarta Selatan pada 6 Agustus 1969, masa kecil Nahdiana dipenuhi dengan kultur budaya Betawi. Hingga SMA, kehidupan Nahdiana dihabiskan di daerah tersebut. Nahdiana lulus SMA pada 1988, kemudian memutuskan untuk menempuh perguruan tinggi. Salah satu orang yang mendorong Nahdiana untuk menentukan jurusan kuliah adalah Guru Kimia di SMAN 28 Jakarta. Menurut Nahdiana, Guru itu cantik, baik, dan pintar. Karenanya, Nahdiana begitu tertarik dengan cara mengajar guru, dia menaruh minat tinggi pada cara mengajar guru, sehingga Nahdiana selalu mendapat nilai bagus pada pelajaran Kimia. Hal ini membawa Nahdiana berkiprah di bidang pendidikan, mengawali karirnya sebagai seorang guru di SMAN 106, beliau juga berkesempatan memimpin sekolah sebagai Kepala Sekolah di SMAN 88, SMAN 9, SMAN 28, SMAN 37 dan juga SMAN 8 Jakarta. Kecintaan beliau untuk mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan membuat Nahdiana terus ingin menjadi inspirasi dimanapun berada.
Saat meniti karier sebagai ASN di Pemprov DKI Jakarta, beliau memiliki prinsip Do The Best, Be The Best, But Dont Feel The Best. Tak pernah terbersit mempunyai cita-cita sebagai Kepala Sekolah bahkan sebagai Kepala Dinas. Dia hanya menjalani amanah dengan penuh tanggung jawab. Pada tahun 2014 di percaya menjadi kasi kurikulum bidang SMP/SMA, Di Tahun 2015, beliau dipromosi menjadi Kepala UPT P4OP menangani program KJP Plus dan KJMU. Kemudian di Tahun 2019, beliau kembali mendapat amanah untuk menjadi Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Selatan hingga menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Terkait program unggulan Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengungkapkan bahwa melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, Pemprov DKI Jakarta berupaya memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara memberikan pembiayaan bagi warga Jakarta yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan menjadi mahasiswa hingga selesai studi. Nahdiana berharap urusan pendidikan dapat menjadi tanggung jawab bersama sehingga terwujud pendidikan yang tuntas dan berkualitas untuk semua, khususnya di DKI Jakarta.